Selamat Datang di Blog Nitha Purnamasari

WELCOME TO MY BLOG

WELCOME TO MY BLOG

Sabtu, 21 Desember 2013

Visi, Misi, dan Tujuan IAID

VISI
Menghasilkan akademisi muslim yang memiliki ketajaman intelektual, ketangguhan iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moralProgram Pascasarjana
MISI
  1. Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai Islam
  2. Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam
  3. Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan ahklak mulia, pemikiran rasional, analitis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan.
  4. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan keilmuan dan masyarakat.
  5. Memberikan kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan.
  6. Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
TUJUAN
Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang Ilmu Agama Islam yang kelak dapat bertindak sebagai tenaga penggerak pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan Ilmu Agama Islam.

KOMPETENSI LULUSAN
Pengetahuan dan pemahaman (knowledge and understanding)
  • Mempunyai pemahaman dan penger-tian tentang dasar-dasar agama Islam
  • Mempunyai pemahaman dan penger-tian tentang norma, kaidah teori dan metodologi ilmu-ilmu agama Islam
  • Mempunyai pemahaman dan penger-tian tentang perkembangan ilmu-ilmu agama Islam.
Keterampilan (skills)
  • Terampil dalam menggali nilai-nilai universal ke-Islaman dan kemanu-siaan.
  • Terampil dalam penerapan konsep dan teori atas fenomena umat
  • Terampil dan aktif dalam kehidupan akademik di kalangan peminat dan peneliti ilmu-ilmu agama Islam
  • Terampil dalam membangun refleksi fenomenal ilmu-ilmu agama Islam yang dihadapi oleh masyarakat
  • Terampil dan peka dalam interpre-tasi teks, konteks, dan realitas umat.
Kemampuan dan kesanggupan (ability/ capability)
  • Menguasai dasar-dasar ilmiah dan pengetahuan serta metodologi bidang ilmu-ilmu agama Islam
  • Mampu mengidentifikasi, memfor-mulasi, dan menyelesaikan permas-alahan yang terkait dengan pene-rapan dan pengembangan ilmu-ilmu agama Islam
  • Mampu merancang suatu penelitian bidang ilmu-ilmu agama Islam.
  • Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang ilmu-ilmu agama Islam
  • Mampu menerapkan pengetahuan dan keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.
Sikap (attitude)
  • Mempunyai sikap rasa ingin tahu terus-menerus tentang perkembang-an ilmu-ilmu agama Islam
  • Mempunyai sikap dan berusaha melakukan internalisasi nilai-nilai universal agama Islam
  • Peka terhadap upaya akademik dalam mengungkap khazanah ilmu-ilmu ke-Islaman
  • Berupaya menciptakan budaya prestatif dan sikap produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah bidang ilmu-ilmu agama Islam
  • Menghargai pluralisme dan multi-kulturalisme sebagai realitas masya-rakat.
  • Menghargai setiap upaya pendekatan interdisipliner dalam mengelola sumber daya umat.

 

Sejarah IAID

Institut Agama Islam Darussalam (IAID) adalah Perguruan Tinggi Agama Islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu Pondok Pesantren Darussalam. Pendidikan Tinggi Islam yang lahir pada tanggal 1 Juni 1970 ini sejak lama dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calon-calon sarjana-ulama-cendekia, yang memiliki visi ke-Islam-an, keilmuan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Kepercyaan itu dibuktikan dengan jumlah ribuan alumni yang tersebar hampir di seluruh pelosok nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan.
Pada awal berdirinya, IAID hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah. Kemudian melalui usaha keras, saat ini telah ada tiga fakultas dan satu program, yaitu Fakultas Syari’ah (Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Tarbiyah (Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), Fakultas Dakwah (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam), dan Program Pascasarjana/S2 (Program Studi Pendidikan Islam.
Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah pernah didirikan, tetapi kemudian diubah menjadi Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam sesuai dengan tuntutan dan perkembangan yang ada. Program Diploma PGSD/PGMI juga pernah ada tetapi kemudian ditingkatkan statusnya dari Program Diploma menjadi Program Strata Satu.

Secara kronologis, sejarah perkembangan IAID dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, yaitu:

No.TanggalPeristiwa PentingDasar Hukum
101/06/1970Pendirian Fakultas Syari'ah IAIN SGD Bandung di Kampus Pesantren Darussalam, sebagai Cikal Bakal Berdirinya IAID Ciamis-
214/03/1972Fakultas Syari'ah Memperoleh Status TerdaftarSK Direktur Direktorat Perguruan Tinggi Agama No. Dd/I/PT/3/Nc.B-IV/3/50.336/1972
301/07/1972Pendirian Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis (Perubahan dari Fakultas Syari'ah menjadi Institut)SK Yayasan No. 07/YAKPI/VII/1972
401/01/1975Penetapan Lambang IAIDSK YAKPI No. 027/YAKPI/I/1975
518/08/1975Penetapan Statuta IAIDSK YAKPI No. 28 Tahun 1987
618/08/1975Penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga YAKPISK YAKPI No. 058/YAKPI/IV/1991
723/06/1979Pemberian Status Diakui Sama Dengan Tingkat Sarjana Muda (Bacaloreat) Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri Kepada Tingkat Sarjana Muda (Bacaloreat) Fakultas Syari'ah IAID Ciamis Jawa BaratSK Menteri Agama No. 53 Tahun 1979
801/09/1985Pembukaan Jurusan Pendidikan Agama Islam Fak. TarbiyahSK Yayasan No. 06/YAKPI/II/1985
903/11/1986Pemberian Izin Operasional Jurusan Pendidikan Islam Fakultas TarbiyahSK Kopertais Wilayah II Jawa Barat Nomor 05 Tahun 1986
1001/12/1988Fakultas Syari'ah Memperoleh Status Penyesuaian Jalur dan Program Pendidikan Strata Satu untuk Jurusan Peradilan Agama (Qodlo)SK Menteri Agama Nomor 220 Tahun 1988
1127/05/1989Pemberian Status Terdaftar Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas TarbiyahSK Menteri Agama No. 109 Tahun 1989
1218/01/1993Pemberian Status Diakui Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas TarbiyahSK Menteri Agama No. 11 Tahun 1993
1301/02/1993Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syari'ah Memperoleh Status DisamakanSK Menteri Agama No. 14 Tahun 1993
1420/09/1995Perubahan Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah Menjadi Fakultas DakwahSK Menteri Agama No. 445 tahun 1995
1520/09/1995Penetapan Kembali Status Disamakan Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syari'ahSK Menteri Agama No. 445 tahun 1995
1620/09/1995Pemberian Status Terdaftar Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas DakwahSK Menteri Agama No. 445 tahun 1995
1720/09/1995Pemberian Status Terdaftar Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas TarbiyahSK Menteri Agama No. 445 tahun 1995
1820/09/1995Pemberian Status Terdaftar Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Fakultas DakwahSK Menteri Agama No. 445 tahun 1995
1920/09/1995Pemberian Status Terdaftar Jurusan Jinayah Siyasah Fakultas Syari'ahSK Menteri Agama No. 445 tahun 1995
2022/07/1997Penetapan Kembali Status Diakui Program Strata Satu Jurusan Pendidikan Agama Islam Fak. TarbiyahSK Dirjen Binbaga Islam No. E/151/1997
2115/10/1998Penetapan Kembali Status Disamakan Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syari'ahSK Dirjen Binbaga Islam No. E/330/1998
2223/06/2000Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syari'ah Memperoleh Status Terakreditasi  dari BAN PTSK BAN PT Nomor 012/BAN-PT/Ak-IV/VI/2000
2323/06/2000Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Memperoleh Status Terakreditasi  dari BAN PTSK BAN PT Nomor 012/BAN-PT/Ak-IV/VI/2000
2421/08/2002Pemberian Izin Operasional Program Diploma II (D.2) PGSD/PGMI dan PGTKISK Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten No. 240/KOP/II/S/2002
2510/06/2003Jurnal TAJDID Memperoleh Status Terakreditasi Pertama dari Dirjen Dikti Departemen Pdndidikan NasionalSK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional R.I. Nomor 34/DIKTI/Kep/2003
2618/07/2003Program Studi Pendidikan Agama Islam Fak. Tarbiyah Memperoleh Status Terakreditasi Kembali (B) dari BAN PTSK BAN PT No. 015/BAN-PT/Ak-VII/S1/VII/2003; dengan Sertifikat Akreditasi No. 0562/Ak-VII-S1-015/IASPAI/VII/2003
2720/08/2003Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Memperoleh Status Terakreditasi Kembali (B) dari BAN PTSK BAN PT No. 019/BAN-PT/Ak-VII/S1/VIII/2003
2826/08/2003Izin Penyelenggaraan Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Islam Program Magister Ilmu Agama Islam pada Program PPs IAIDSK Dirjen Kelembagaan Islam No. Dj.II/306/2003
2913/05/2005Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Islam Fakultas TarbiyahSK Dirjen Kelembagaan Islam No. Dj.II/119/2005
3013/05/2005Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syari'ahSK Dirjen Kelembagaan Islam No. Dj.II/119/2005
3112/07/2006Jurnal TAJDID Memperoleh Status Terakreditasi Kedua (Nilai B) dari Dirjen Dikti Departemen Pdndidikan NasionalSK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional R.I. Nomor 55a/DIKTI/Kep/2006
3210/01/2007Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Islam Program Pascasarjana (S2)SK Dirjen Kelembagaan Islam No. Dj.I/19/2007
3310/07/2007Izin Penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Jenjang Strata Satu (S1)SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj.I/257/2007
 

IAID ????



Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis berada di Jl. Kiai Ahmad Fadlil 1 Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, berdiri dengan satu fakultas yaitu Fakultas Syari’ah Program Studi Ahwal Asy-Syakhsiyyah, dengan semangat para pejuang bangsa Indonesia, khususnya pejuang Ciamis yang ikut membangkitkan IAID, hingga kini tetap bertahan dengan nama baiknya yang terus melejit sampai melahirkan kembali fakultas-fakultas yang lainnya. Pada tahun 2013 ini, IAID memilliki 2 fakultas dan 5 progrm studi, yakni Fakultas Syari’ah dengan Program Studi Ahwal Asy-Syakhsiyyah (AS) dan Program Studi Ekonomi Syari’ah (ES), serta Fakultas Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA).
Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis juga menyelenggarakan Program Pascasarjana, tingkat selanjutnya setelah menempuh pendidikan Strata-1. Dengan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Nah, untuk ade-adeku yang baru saja selesai  menempuh pendidikan SMA nya, jangan tanggung-tanggung untuk memilih IAID sebagai tempat mencari ilmu tingkat selanjutnya. Di IAID ini, tidak hanya melakukan aktivitas kuliah saja, akan tetapi banyak organisasi-organisasi yang menampung kreatifitas mahasiswa, seperti organisasi internal yakni DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) pada tahun ini diketuai oleh kang Asep Saepul Romdon, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) pada tahun ini diketuai oleh kang Dede Ahmad Ramdani, HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi), dalam HMPS ini terbagi menjadi beberapa HMPS, ada HMPS AS yang diketuai oleh kang Miftah Farid, HMPS PAI yang diketuai oleh Abu Dzar Al-Ghifari, dan HMPS PGMI yang diketuai oleh kang Eep Saepul Mubarok. Untuk Program Studi Ekonomi Syari’ah dan PGRA belum dibentuk organisasi HMPS karena persyaratan untuk menjadi ketua HMPS minimal duduk di semester 3, sedangkan ES dan PGRA baru menginjak semester satu. Ada juga organisasi Eksternal, seperti HMI, PMII, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ada pepatah mengatakan bahwa “Anda tidak akan mengenalnya jika Anda belum masuk kedalamnya”. Nah, untuk itu jang bingung-bingung memilih kuliah, yang pasti-pasti aja, murah dan sangat berkualitas, jadikanlah IAID sebagai pilihan, karena jika Anda memasuki IAID, anda akan mengenal lebih dalam lagi tentang IAID.

Sabtu, 14 Desember 2013

Guru Sebagai Agen Pembelajaran

Guru Sebagai Agen Pembelajaran

Profesi kependidikan
Guru Sebagai Agen Pembelajaran - Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 28, dikemukakan bahwa: “Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.” Selanjutnya dalam penjelasannya dikemukakan bahwa: “yang dimaksud dengan pendidik sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran pendidik antara lain sebagai fasilitator, motivator, pemacu dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik”.

Sukar untuk menentukan sebenarnya guru yang baik. Walaupun demikian dapat juga diberikan beberapa prinsip yang berlaku umum untuk semua guru yang baik, adalah:
1. Guru yang baik memahami dan menghormati murid.
2. Memahami bahan pelajaran yang diberikannya.
3. Memilih metode yang sesuai.
4. Menyesuaikan bahan pelajaran dengan kesanggupan murid.
5. Mengaktif murid dalam hal belajar.
6. Memberikan pengertian
7. Menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan murid.
8. Memiliki tujuan tertentu dari setiap pelajaran.
9. Tidak terikat dengan satu buku teks.
10. Tidak menyampaikan pengetahuan saja tapi berusaha membentuk kepribadian anak.

A. Guru Sebagai Fasilitator
Guru sebagai fasilitator bertugas memberikan kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik, agar mereka dapat belajar dalam suasana yang menyenangkan, gembira, penuh semangat, tidak cemas, dan berani mengemukakan pendapat secara terbuka.

Guru sebagai fasilitator sedikitnya harus memiliki tujuh sikap seperti yang diidentifikasikan Rogers berikut ini.
1. Tidak berlebihan mempertahankan pendapat dan keyakinannya, atau kurang terbuka.
2. Dapat lebih mendengarkan peserta didik, terutama tentang aspirasi dan perasaannya.
3. Mau dan mampu menerima ide peserta didik yang inovatif, dan kreatif bahkan yang sulit sekalipun.
4. Lebih meningkatkan perhatiannya terhadap hubungan dengan peserta didik seperti halnya terhadap bahan pembelajaran.
5. Dapat menerima balikan, baik yang sifatnya positif maupun negatif, dan menerimanya sebagai pandangan yang konstruktif terhadap diri dan perilakunya.
6. Toleransi terhadap kesalahan yang diperbuat peserta didik selama proses pembelajaran, dan
7. Menghargai prestasi peserta didik, meskipun biasanya mereka sudah tahu prestasi yang dicapainya.

Sebagai seorang guru tidak hanya bertugas untuk mengajar dan memahami materi pelajaran yang akan diberikan, namun guru juga harus memahami keadaan peserta didik. Beberapa hal yang harus dipahami guru dari peserta didik antara lain: kemampuan, potensi, minat, hoby, sikap, kepribadian, kebiasaan, catatan kesehatan, latar belakang keluarga dan kegiatannya di sekolah.

B. Guru sebagai Motivator
Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.

1. Teori Motivasi dari Maslow
Kebutuhan dasar yang dikatakan Maslow sebagai bertata jenjang (hierarki) ada lima yaitu:
a. Kebutuhan untuk Aktualisasi Diri
b. Kebutuhan untuk Dihargai
c. Kebutuhan untuk Diakui
d. Kebutuhan akan Rasa Aman
e. Kebutuhan Psikologis

Dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran, teori Maslow ini dapat digunakan sebagai pegangan untuk melihat dan mengerti mengapa:
a. Peserta didik yang lapar, sakit atau kondisi fisiknya tidak baik tidak memiliki motivasi untuk belajar.
b. Peserta didik lebih senang belajar dalam suasana yang menyenangkan.
c. Peserta didik yang merasa disenangi, diterima oleh teman atau kelompoknya akan memiliki minat belajar yang lebih dibanding dengan peserta didik yang diabaikan atau dikucilkan.
d. Keinginan peserta didik untuk mengetahui dan memahami sesuatu tidak selalu sama.

2. Cara Membangkitkan Nafsu Belajar
Berdasarkan teori motivasi di atas terdapat beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk meningkatkan nafsu belajar peserta didik, antara lain:
a. Peserta didik akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik, dan berguna bagi dirinya.
b. Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada peserta didik sehingga mereka mengetahui tujuan belajar.
c. Peserta didik harus selalu diberitahu tentang kompetensi, dan hasil belajarnya.
d. Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan.
e. Manfaatkan sikap, cita-cita, rasa ingin tahu, dan ambisi peserta didik.
f. Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual peserta didik
g. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik tersebut.

Dede Suryadi mengemukakan ada beberapa hal yang patut diperhatikan agar dapat membangkitkan motivasi belajar adalah sebagai berikut:
1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai,
2) Membangkitkan minat siswa,
3) Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,
4) Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa,
5) Memberikan penilaian yang positif,
6) Memberi komentar tentang hasil pekerjaan siswa, dan
7) Menciptakan persaingan dan kerja sama.

C. Guru sebagai Pemacu
Sebagai pemacu belajar guru harus mampu melipat gandakan potensi peserta didik dan mengembangkan sesuai dengan aspirasi dan cita-cita mereka. Guru harus memahami bahwa setiap orang memerlukan bantuan orang lain dalam perkembangannya tidak terkecuali peserta didik yang memerlukan bantuan.

Guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, profesional, dan menyenangkan, dengan memposisikan diri sebagai berikut.
1. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.
2. Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.
3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai minat, kemampuan dan bakatnya.
4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.
5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab.
6. Membiasakan peserta didik untuk saling berhubungan dengan orang lain secara wajar.
7. Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antar peserta didik, orang lain dan lingkungannya.
8. Mengembangkan kreatifitas.
9. Menjadi pembantu ketika diperlukan.

D. Guru sebagai Pemberi Inspirasi
Sebagai pemberi inspirasi belajar, guru harus mampu memerankan diri dan memberikan inspirasi bagi peserta didik, sehingga kegiatan belajar dan pembelajaran dapat membangkitkan berbagai pemikiran, gagasan, dan ide-ide baru.

Untuk itu guru harus mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan tertib, optimisme dan harapan yang tinggi dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah, serta kegiatan-kegiatan yang terpusat pada peserta didik, agar dapat memberikan inspirasi, membangkitkan nafsu, gairah dan semangat belajar. Iklim belajar yang kondusif merupakan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses belajar. Lingkungan yang kondusif antara lain dapat dikembangkan melalui berbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut.
1. Memberikan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun yang cepat dalam melakukan tugas pembelajaran.
2. Memberikan pembelajaran remedial bagi peserta didik yang kurang berprestasi, atau berprestasi rendah.
3. Mengembangkan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal.
4. Menciptakan kerjasama saling menghargai, baik antar peserta didik maupun antara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain.
5. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaran.
6. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antara peserta didik dan guru, sehingga guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator, dan sebagai sumber belajar.
7. Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankan pada evaluasi diri sendiri.

Sebagai pemberi inspirasi, guru juga dapat memerankan dirinya sebagai pembawa ceritera. Dengan ceritera-ceritera yang menarik diharapkan dapat membangkitkan berbagai inspirasi peserta didik. Sebagai pendengar, peserta didik dapat mengidentifikasi watak-watak pelaku yang ada dalam ceritera, dapat secara objektif menganalisa, menilai manusia, kejadian-kejadian dan pikiran-pikiran.

REFERENSI
E. Mulyasa, M.Pd, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007, hal. 53.
Prof. Dr. H. Buchari Alma, M.Pd. dkk, Guru Profesional (Menguasai Metode dan Terampil Mengajar), Bandung: Alfabeta, 2008, hal. 149-150.
Drs. Dede Suryadi, Guru Sebagai Motivator Siswa, 11 Februari 2010. bataviase.co.id